Minggu, 08 Agustus 2021

Teks Prosedur

 

Teks prosedur adalah  Teks yang berisi langkah2 atau tahap-tahap yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan

 

A. Tujuan = untuk membantu pembaca/pendengar untuk memahami bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatudengan tepat serta memperoleh hasil yang dicapai

 

Ciri2 ;

a.       1. Menggunakan pola kalimat perintah (imperative)

b.      2.Menggunakan kata kerja aktif (subjekknya berperan sbgai pelaku, mnggoreng,memukul, berlari dll )

c.       3. Menggunakan kata penghubung (Konjungsi) untuk mengurutkan kegiatan (dan tetapi, jika, bila)

d.      4. Menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rinci waktu, tempat, dan cara yang akurat (dengan, secara, menggunakan,)

B. Macam2 teks prosedur

1.      Prosedur sederhana ; prosedur yang hanya dapat ditempuh hanya dengan dua atau tiga langkah saja. Contoh ; prosedur memasak air, prosedur menggunakan setrika

2.      Teks prosedur kompleks ; prosedur yang terdiri atas banyak langkah-langkah. Dan langkah tersebut berjenjang dengan sub langkah. Contoh ; prosedur tentang terkena tilang.

3.      Protocol ; prosedur yang langkah-langkahnya mudah dipahami

Macam2 kalimat dalam teks prosedur :

a.       Kalimat imperative ; kalimat yang mengandung perintah. Fungsinya adalah untuk meminta atau melarang seseorang untuk melakukan sesuatu

b.      Kalimat deklaratif ; kalimat yang berisi pernyataan. Fungsinya adalah untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu

c.       Kalimat interogatif : kalimat yang berisi pernyataan. Fungsinya untuk meminta informasi tentang sesutau


C. Struktur teks prosedur ;

a.    1. Bag tujuan ; dapat berupa judul dan juga berisikan tujuan dari pembuatan teks prosedur tersebutatau hasil akhir yang akan dicapai dari tahapan teks prosedur tsb

b.     2. Bag material : bahan-bahan, alat2, yang diperlukan namun tdk semua teks prosedur terdaat bag ini pada umumnya ttg pembuatan suatu hal sprit mkanan, dsb

c.   3. Langkah2 : langkah2 yg harus dtempuh u? memperoleh hasil sesuai dengan tujuan teks prosedur. Tdk boleh acak dlm mlakukannya

D. Ciri kaidah kebahasaan :

1.      Konjungsi temporal : kata konjungsi temporal yang menyatakan waktu kegiatan yang hadir dan bersifat kronologis seperti :selanjutnya, berikutnya, kemudian, lalu, dan setelah itu.

2.      Kata kerja imperative : atau kata perintah (jangan, letakkan, sebaiknya)

3.      Verba material dan tingkah laku : verba material mengacu pada tingkatan fisik seperti potong ikan, haluskan bumbu, dll. Sedangkan verba tingkah lakumerupakan tindakan yang dilakukan dengan ucapan

4.      Partisipan manusia, merupakan semua manusia yang ikut serta dalam teks prosedur tersebut

5.      Terdapat bilangan sbgai penanda urutan

6.      Terdapat kalimat introgatif atau kalimat yang berisikan pertanyaan. ex : Bagaimana cara membuat roti?, tahukah anda tempe ini memiliki banyak manfaat ? (hanya jawaban ya/tidak)

7.      Terdapat kalimat deklaratif atau kalimat yang berisikan pernyataan untuk member informasi atau berita tentang sesuatu hal.. Ex : saya akan membeberkan rahiasia dapur berikut ini.saya akan menjenguk nenek dirumah sakit, orang tua saya telah kembali dari mekah.

Jumat, 17 Februari 2017

Puisi "Jujaro Nusa Laut"



“Jujaro Nusa Laut”

Mencari tapal batas jejak sang penjajah
Jangan ampunkan Martha… jangan
Manusia-manusia tak berhati itu hunus saja tombakmu
Hengkang saja mereka… hengkang saja…
Demi bumi Indonesia
Makhluk  rakus perebut kekuasaan tak pantas disini
Jangan biarkan mereka merampas kekayaan kita
Kau remaja pemberani berhati baja
Jujaro Nusa Laut tak kenal takut
Darah Paulus Tiahahu mengalir dalam denyutmu
Dinadimu teriakkan merdeka
Menghunus mereka yang haus kuasa
Tapiiii sayaang Martha sayaang
Tipu daya mereka menghantam pasukan Pattimuramu
Benang-benang besi itu melilit tubuhmu
Sekali lagi jujaro manis ini tak gentar
Perlawanan terakhir ia salurkan
Hingga maut tak terelakkan
Tapiii kejamm kau Eversten !! kejamm
Raksasa buas berbalut baja
Dengan bengisnya kau lontarkan ia,,, kejamm
Tenanglah Martha sayang tenang,, tidurlah dalam hangat biru laut banda
Akan selalu mengalir jiwa baru penerusmu Jujaro kekar manise
Akan ada Martha muda …ada aku, dia, mereka
Merdeka!!!



                                                                                                            Oleh : Sinurama

Jumat, 10 Februari 2017

Kamut

Kamut

v Kecerdasan merupakan waduk pengetahuan yang masih harus ditimba, bukan  aliran air yang hanya tinggal ditampung (james northtocle)…

v Siapa saja bisa berhasil dilaut yang tenang, tapi kemenangan atas badailah yang mendapat kehormatan sesungguhnya (…)

v Pesona wanita muslimah, terpancar saat ia… menutup aurat..(Sinurama)

v Barang siapa yang hatinya bergetar melihat penindasan maka dialah sahabatku,,,!!! (che)

v Tak akan ada perubahan social tanpa adanya revolusi… (che)

v Rasa kesal… kecewa dan terluka, takkan mengurangi rasa cintaku padamu… ibuu… (mrs T)

v Penampilan merupakan topeng dari wujud sebenarnya… (mrs T)

v Ambisi… sahabatnya keangkuhan (Sinurama)

v Kesalahan merupakan pembelajaran awal dlm meraih sukses… ( Sinurama)

v Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda (…)

v Jangan Berusaha menjadi lebih baik dari orang lain karna sesungguhnya hal itu akan membawamu dekat dengan keangkuhan. Tapi, berusahalah melakukan yang terbaik untuk orang lain, karena akan membuatmu bersahabat dengan kebaikkan… (Sinurama)
v Lidah = ular tak bertulang (petuah)

v Dalam remang-remang senja, aku jiwa yang tertunduk… menghadap sebuah masa, diantara terang dan gelap…(…)

v Keangkuhan ingin selau berada diatas segalanya
Kepalsuan ingin menutupi sgalanya demi kepentingannya
Kesabaran selalu menerima apa adanya
Kebenaran akan selalu berusaha berpihak pada pemiliknya (Sinurama)

v Banyak kegagalan dalam hidup dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya keberhasilan dengan mereka disaat mereka menyerah.. (…)

v Yang terbaik bagi orang lain, belum tentu yang terbaik bagi kita… (mrs T)

v Saat kita berdo’a, lebih baik kita punya hati tanpa kata-kata, daripada punya kata-kata tanpa hati. (…)

v Kenapa kita harus dewasa kalau akhirnya dunia tak lagi sama … ( ost_cinta samadengan cindolo na tape)

v Kesulitan dan pergumulan hari ini adalah harga yang harus kita bayar untuk menuai keberhasilan di hari esok…(sms)raa

v Kekuatan kita diukur bukan saat kita sanggup melakukan pekerjaann berat… tapi saat kita mampu bertahan dalam situasi terberat… (mobile)

v Rasa sayang dan cinta seseorang tidak dapat diukur dari :
-      Seberapa indah dia berkata
-      Seberapa romantic dia berperilaku, atau
-      Seberapa jauh komunikasimu dengannya
Tapi… dari seberapa lama dia bertahan dengan kekuranganmu dan seberapa dalam dia menghormatimu…(mobile)

v Hati akan bergetar kebingungan saat akal bertarung melawan hawa nafsu (Sinurama)

Rabu, 08 Februari 2017

PENGERTIAN DAN KARAKTERISTIK PENELITIAN TINDAKAN KELAS



1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Secara singkat PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tinakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki dimana praktek-praktek pembelajaran dilaksanakan.

Menurut John Elliot bahwa yang dimaksud dengan PTK ialah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya (Elliot, 1982). Seluruh prosesnya, telaah, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pengaruh menciptakan hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dari perkembangan profesional. Pendapat yang hampir senada dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart, yang mengatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh peserta–pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebut (Kemmis dan Taggart, 1988).
Menurut Carr dan Kemmis seperti yang dikutip oleh Siswojo Hardjodipuro, dikatakan bahwa yang dimaksud dengan istilah PTK adalah suatu bentuk refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan (guru, siswa atau kepala sekolah) dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran (a) praktik-praktik sosial atau pendidikan yang dilakukan sendiri, (b) pengertian mengenai praktik-praktik ini, dan(c) situasi-situasi ( dan lembaga-lembaga ) tempat praktik-praktik tersebut dilaksanakan (Harjodipuro, 1997).
Lebih lanjut, dijelaskan oleh Harjodipuro bahwa PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau utuk mengubahnya. PTK bukan sekedar mengajar, PTK mempunyai makna sadar dan kritis terhadap mengajar, dan menggunakan kesadaran kritis terhadap dirinya sendiri untuk bersiap terhadap proses perubahan dan perbaikan proses pembelajaran. PTK mendorong guru untuk berani bertindak dan berpikir kritis dalam mengembangkan teori dan rasional bagi mereka sendiri, dan bertanggung jawab mengenai pelaksanaan tugasnya secara profesional.

Ada beberapa pengertian PTK, atau Penelitian Tindakan Kelas menurut para ahli, yaitu :
§  Kemmis dan Taggart dalam Kasbolah (1999) mengemukakan  bahwa penelitian tindakan merupakan suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif yang dilakukan oleh pelaku dalam masyarakat sosial dan bertujuan untuk memperbaiki pekerjaannya, memahami pekerjaan ini serta situasi dimana pekerjaan ini dilakukan”.
§  Tim Pelatih Proyek PGSM (Depdikbud, 1993) memberikan pengertian penelitian tindakan sebagai berikut; Penelitian tindakan adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukannya serta memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran tersebut dilakukan.
§  Menurut Nazir dalam Danim (1997) metode penelitian tindakan adalah suatu penelitian yang dikembangkan bersama-sama antara peneliti dengan decision maker tentang variabel yang dapat dimanipulasikan dan dapat segera digunakan untuk menentukan kebijakan dan pembangunan.
§  Tujuan penelitian tindakan menurut Danim (1997:) adalah untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan atau pendekatanpendekatan baru dan untuk memecahkan masalah-masalah sosial dengan aplikasi langsung di ruangan atau pada situasi dunia kerja