PENGERTIAN DEIKSIS
Deiksis
berasal dari kata Yunani kuno yang berarti “menunjukkan atau menunjuk”.
Dengan kata lain informasi kontekstual secara leksikal maupun gramatikal yang
menunjuk pada hal tertentu baik benda, tempat, ataupun waktu itulah yang disebut
dengan deiksis, misalnya he, here, now. Ketiga ungkapan itu memberi perintah
untuk menunjuk konteks tertentu agar makna ujaran dapat di pahami dengan
tegas.Tenses atau kala juga merupakan jenis deiksis. Misalnya then hanya dapat
di rujuk dari situasinya.
Deiksis
didefinisikan sebagai ungkapan yang terikat dengan konteksnya. Contohnya dalam
kalimat “Saya mencintai dia”, informasi dari kata ganti “saya” dan “dia” hanya
dapat di telusuri dari konteks ujaran. Ungkapan-ungkapan yang hanya diketahui
hanya dari konteks ujaran itulah yang di sebut deiksis.
Ada
3 jenis deiksi yaitu, deiksis persona, deiksis tempat, dan deiksis waktu.
a. Deiksis Persona
Deiksis
perorangan (person deixis); menunjuk peran dari partisipan dalam peristiwa
percakapan misalnya pembicara, yang dibicarakan, dan entitas yang lain.
Deiksis
orang ditentukan menurut peran peserta dalam peristiwa bahasa. Peran peserta
itu dapat dibagi menjadi tiga. Pertama ialah orang pertama, yaitu kategori
rujukan pembicara kepada dirinya atau kelompok yang melibatkan dirinya,
misalnya saya, kita, dan kami. Kedua ialah orang kedua, yaitu kategori rujukan
pembicara kepada seorang pendengar atau lebih yang hadir bersama orang pertama,
misalnya kamu, kalian, saudara. Ketiga ialah orang ketiga, yaitu kategori
rujukan kepada orang yang bukan pembicara atau pendengar ujaran itu, baik hadir
maupun tidak, misalnya dia dan mereka.
Deiksis perorangan hanya dapat ditangkap jika
kita memahami peran dari pembicara, sumber ujaran, penerima, target ujaran, dan
pendengar yang bukan dituju atau ditarget. Dengan demikian kita dapat mengganti
kata ganti dan kata sifat.
(a) “"Beri aku
tangan Anda"
(b) "memberinya tangan Anda"
(c) "Aku memberinya tanganku"
(b) "memberinya tangan Anda"
(c) "Aku memberinya tanganku"
b. Deiksis Tempat
Deiksis
tempat ialah pemberian bentuk pada lokasi menurut peserta dalam peristiwa
bahasa. Semua bahasa -termasuk bahasa Indonesia- membedakan antara “yang dekat
kepada pembicara” (di sini) dan “yang bukan dekat kepada pembicara” (termasuk
yang dekat kepada pendengar -di situ) (Nababan, 1987: 41).
Contohnya
:
a.
Duduklah
kamu di sini.
b.
Di sini dijual gas Elpiji.
Frasa
di sini pada kalimat (8a) mengacu ke tempat yang sangat sempit, yakni sebuah
kursi atau sofa. Pada kalimat (8b), acuannya lebih luas, yakni suatu toko atau
tempat penjualan yang lain.
c. Deiksis Waktu
Deiksis
waktu ialah pemberian bentuk pada rentang waktu seperti yang dimaksudkan
penutur dalam peristiwa bahasa. Dalam banyak bahasa, deiksis (rujukan) waktu
ini diungkapkan dalam bentuk “kala” (Inggris: tense) (Nababan, 1987: 41).
Contoh
dalam bahasa inggris:
a. “I
bought a book”.
b.
“I am buying a book”.
Meskipun tanpa keterangan waktu,
dalam kalimat (a) dan (b), penggunaan deiksis waktu sudah jelas. Namun apabila
diperlukan pembedaan/ketegasan yang lebih terperinci, dapat ditambahkan sesuatu
kata/frasa keterangan waktu; umpamanya, yesterday, last year, now, dan
sebagainya. Contoh:
a. "Aku membeli buku itu kemarin".
b. "Aku membeli buku itu 2 tahun yang lalu".
b. "Aku membeli buku itu 2 tahun yang lalu".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar